Monthly Archives: August 2017

  • 0

22 Calon Praja IPDN dari Kaltara Lulus 100 Persen

Category : Berita

Abdi Negara: Gubernur Kaltara DR. H. Irianto Lambrie, MM, Sekda Prov, Drs. H. Badrun., M.Si, Dan Kepala BKD Kaltara, Muhamad Ishak, SE., MM, Foto Bersama 22 Calon Praja IPDN asal Kaltara Yang Lulus Pantukhir.

 

Tanjung Selor – Sebanyak 22 Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang mengikuti Penentuan Akhir (Pantukhir) di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang Jawa Barat pada 12 sampai dengan 19 Agustus 2017, dinyatakan lulus 100 Persen.

Gubernur Kaltara DR. H. Irianto Lambrie mengungkapkan, kuota awal Calon Praja IPDN untuk Kaltara adalah 20 orang. Namun, beberapa waktu lalu Pemprov, melalui gubernur menyurat ke Kementerian Dalam Negeri dan pihak Kampus IPDN agar mendapat tambahan kuota. Sehingga 22 calon praja yang mengikuti tes pantukhir bisa lulus semua.

Dikatakan gubernur proses seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN di Kaltara sejak tahun sebelumnya telah dilakukan secara terbuka, kompetitif, dan berintegritas. Oleh karena itu pada tahapan seleksi di daerah yang diselenggarakan oleh Tim Penerimaan Capra IPDN Tahun 2017 Kaltara mampu untuk menghasilkan 22 putra-putri terbaik Kaltara.

Lolosnya 22 putra-putri Kaltara menjadi Praja IPDN, mendapat sambutan positif dari gubernur Kaltara. Irianto pun mengharapkan kepada para calon praja IPDN Kaltara dapat menjadi sumber daya bagi Kementerian Dalam Negeri dalam mempersiapkan kader-kader yang berkualitas yang nantinya akan bertugas di berbagai kabupaten dan kota di provinsi seluruh Indonesia.

“Untuk itu, agar nama-nama yang dinyatakan lulus segera mempersiapkan diri. Karena para Praja akan menempuh pendidikan lebih ketat lagi,” kata Irianto.

Disampaikan, berdasarkan informasi yang dioperoleh dari 1.477 calon praja se Indonesia yang mengikuti tes pantukhir di Kampus IPDN, sebanyak 229 calon praja di antaranya tidak lolos. “Dari 34 provinsi, hanya Kaltara yang 100 persen lulus. Ini karena memang ada kebijakan khusus, setelah kita mengirim surat kepada Kemendagri dan pihak kampus IPDN. Alhamdulillah disetujui, dengan pertimbangan karena Kaltara sebagai daerah baru yang masih sangat membutuhkan banyak SDM (sumber daya manusia),” ujarnya.

Gubernur menambahkan, selanjutnya kepada para calon praja yang lolos ini, dijadwalkan nanti akan mengikuti pengenalan kampus selama satu minggu. Setelah itu dilanjutkan mengikuti pendidikan dasar di Akademi Kepolisian Semarang selama 1 bulan.

Sementara itu, Gubernur kembali menyampaikan beberapa pesan kepada para calon praja yang akan mengikuti studi di kampus IPDN. Di antaranya, agar senantiasa menjaga nama baik, diri sendiri, keluarga dan juga nama baik daerah selama menempuh pendidikan nanti.

“Jaga diri, jaga nama baik keluarga, terutama kedua orang tua, dan juga daerah. Jaga nama baik provinsi Kalimantan Utara,” pesan Irianto.

Selain menjaga nama baik, gubernur juga berpesan selalu bersyukur. “Bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Juga berterima kasih kepada kedua orang tua,” ujar gubernur kepada 22 putra-putri dari lima kabupaten/kota se Kaltara yang lolos menjadi praja IPDN.

Pesan selanjutnya, gubernur meminta kepada para calon praja untuk belajar mandiri. Begitu juga kepada para orang, diharapkan, tidak terlalu memanjakan anak. “Beri sedikit keleluasaan kepada anak, supaya bisa mandiri. Meski tetap dengan pengawasan. Kenapa anak harus mandiri? Karena masa depan anak, adalah mereka sendiri yang menentukan, bukan kita sebagai orang tua. Orang tua hanya mengarahkan, dan mendukung saja,” ujarnya.

gubernur juga meminta agar para praja dan putra-putri Kaltara lainnya untuk tidak takut berinovasi. “Jangan takut mengembangkan bakat. Boleh rendah hati, tapi jangan rendah diri, apalagi tidak percaya diri. Melalui bakat yang dikembangkan secara maksimal, akan bisa membawa ke kesuksesan,” kata Irianto.

Pesan yang terakhir, gubernur menekankan kedisiplinan. Sebagai calon aparatur sipil negara, para calon praja IPDN sejak dini harus membiasakan disiplin. “Jangan sampai ada yang melanggar peraturan yang sudah ditetapkan di tempat menempuh ilmu nanti. Kalau sampai ada yang melanggar, saya tidak segan-segan meminta agar dikeluarkan dari tempat pendidikan,” pungkasnya. (humas)


  • 0

Tandatangani Perjanjian, Tidak Boleh Pindah Sebelum 15 Tahun

Category : Berita

 

TANJUNG SELOR – Sebanyak 40 Guru Garis Depan (GGD) yang akan bertugas di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara), menerima Surat Keputusan (SK) Gubernur. Ini menandai, ke-40 GGD tersebut resmi sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau CASN (Calon Aparatur Sipil Negara) di lingkup Pemprov Kaltara.

Penyerahan SK dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono, yang mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat memimpin apel pagi, Senin (21/08) kemarin. Selain menerima SK, 40 GGD tersebut juga menandatangani perjanjian, untuk tidak minta dipindahkan atau bertahan di tempat tugasnya sekarang hingga 15 tahun ke depan.

Dalam pesannya, gubernur menyampaikan beberapa hal kepada para guru yang akan segera bertugas di daerah perbatasan tersebut. Di antaranya, gubernur meminta kepada para guru garis depan ini agar selama di tempat tugasnya bisa menyesuaikan dengan masyarakat sekitar.

“Saya minta untuk bisa segera menyesuaikan diri, membaur bersama masyarakat. Karena nantinya Anda semua, otomatis akan menjadi warga di tempat tugas baru ini,” pesan Irianto, seperti disampaikan melalui Kepala Disdikbud Kaltara.

Gubernur juga berpesan, agar para guru garis depan yang akan mengabdi di tempat baru, bisa membawa diri dengan bersikap yang baik dan bisa membaur dengan masyarakat sekitar. “Kalau mau betah berada di lingkungan yang baru, hal utamanya adalah pandai membawa diri, bersikap baik dan sopan dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mengumumkan sebanyak 183 GGD jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinyatakan lolos seleksi pada 2016 lalu. Dari 183 GGD yang lolos, jatah untuk Kalimantan Utara (Kaltara) yang terbanyak. Yaitu 40 formasi. (daftar pada grafis)

Daftar formasi ini merujuk pada Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 12883/A.A3/KP/2017, teranggal 24 Februari 2017 lalu, perihal Persetujuan Formasi GGD 2016, jenjang SMA dan SMK dan permohonan data nama Satuan Pendidikan Negeri untuk Penempatan.

Berdasarkan surat tersebut pula, disebutkan alokasi GGD 2016 dengan jenjang pendidikan SMA dan SMK secara nasional sebanyak 183 formasi. Sementara Kaltara mendapatkan alokasi terbanyak se-Indonesia dengan jumlah 40 formasi.

Sebelumnya, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menjelaslkan, GGD ini merupakan program Kemendikbud, untuk ditempatkan di daerah khusus Terluar, Terpencil dan Tertinggal (3T). Melalui program ini, membuka kesempatan bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) pasca Program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T), PPG S1 PGSD Berasrama, PPG SMK Kolaboratif, PPG Basic Science dan PPGT untuk menjadi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dengan jabatan tenaga fungsional guru dan ditempatkan di salah satu dari 93 kabupaten di Indonesia. Dari usulan formasi untuk di Kaltara, kata Irianto, disetujui oleh pemerintah melalui Kemendikbud sebanyak 40 formasi.

Pengalokasian formasi guru garis depan untuk daerah 3T ini, dijelaskan Irianto, adalah merupakan afirmasi keberpihakan pemerintah untuk meningkatkan performa pendidikan di daerah tertinggal, terluar dan terpencil.

“Sesuai arahan Pak Menteri beberapa waktu lalu, kita harus menjaga agar jangan sampai guru yang ditempatkan nanti hanya menjadikannya sebagai batu loncatan. Artinya yang terpenting menjadi ASN (aparatur sipil negara) dulu, setelah itu pindah ke kota. Ini harus diantisipasi. Makanya akan diterapkan persyaratan-persyaratan yang mengikat, agar ASN guru tersebut bertahan di tempat tugasnya. Salah satunya, kita buatkan semacam kontrak perjanjian, minimal bertugas 15 tahun, baru bisa meminta pengajuan pindah,” ujarnya.

Ditemui usai menyerahkan SK, Kepala Disdikbud Kaltara Sigit Muryono mengatakan, setelah menerima SK para GGD tersebut akan segera menempati tempat tugasnya masing-masing. “Mulai hari ini akan berangkat ke tempat tugasnya, dan langsung mengajar. Saya wajibkan bulan ini, mereka sudah mulai mengajar. Nanti segera kita buatkan SKMT (surat keterangan melaksanakan tugas),” ujarnya.

Terkait gaji, kepada para GGD ini akan menerima gaji pertama pada bulan depan. Termasuk hak-hal lainnya, juga akan diberikan kepada para CASN guru ini. “Sama seperti PNS lainnya, mereka juga akan mendapatkan tunjangan-tunjangan. Tapi karena belum PNS 100 persen, yang diterima hanya 80 persen,” tambah Sigit. (humas)


  • 0

22 Calon Praja IPDN Kaltara Segera Jalani Tes Pantukhir

Category : Berita

(Tarakan, 9 Agustus 2017) Gubernur dan Sekprov Kaltara, memberikan arahan dan nasehat kepada 22 orang Calon Praja IPDN Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2017 yang akan mengikuti kegiatan Pantukhir  di Kampus IPDN Jatinangor Bandung.

Diharapkan semua Calon Praja IPDN Kaltara dapat lulus dalam seleksi Pantukhir yang akan diselenggarakan tanggal 12 s.d 19 Agustus 2016 di kampus IPDN Jatinangor. Mereka merupakan para kandidat yang sebelumnya lulus tes psikologi, integritas dan kejujuran.

Pantukhir diharapkan dapat menggali beberapa potensi Calon Praja IPDN, yang terkait dengan Sikap Kebangsaan dan Patriotisme, komitmen terhadap nama baik almamater, perilaku sehari-hari di lingkungan masyarakat, aktualisasi agama yang dianut, prestasi sekolah, olah raga dan kesenian serta beberapa potensi yang lain yang diharapkan dapat menjadi sumber daya bagi Kementerian Dalam Negeri dalam mempersiapkan kader-kader yang berkualitas yang nanti akan bertugas di berbagai kabupaten dan kota di provinsi seluruh Indonesia.


  • 0

13 ASN di Lantik Sebagai Pejabat Tinggi Pratama

Category : Berita

Gubernur: Saat Membacakan Sumpah dan Janji dan di ikuti oleh 13 ASN yang di Lantik Sebagai Pejabat Tinggi Pratama (Kemarin, Selasa, 1 Agustus 2017 di Gedung Serbaguna)

 

Tanjung Selor – Gubernur Kalimantan Utara Melantik 13 Pejabat Tinggi Pratama kemarin berjalan dengan Lancar, Dari 11 Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) yang sebelumnya di isi Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) mulai hari ini 01 Agustus 2017, Pejabat tinggi Pratama yang baru saja dilantik secara definitif sudah bisa menjalankan tugas dan fungsinya masing – masing.

Dengan telah dilantiknya para pejabat tinggi Pratama ini, tidak adalagi kekosongan jabatan tinggi Pratama di semua OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Adapun Pejabat  Tinggi Pratama yang dilantik adalah :

  1. Ahmad Sapriannoor, SE., ME . Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD). Kalimantan Utara
  2. H. Busriansyah, MM. Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD). Kalimantan Utara
  3. Ferdy Manurun Tanduklangi, SE., M.Si. Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Kalimantan Utara
  4. Hartono, M.Si. Kepala Disperindagkop dan UKM. Kalimantan Utara
  5. M Santiaji Pananrangi, S.IP., M.Si Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Kalimantan Utara
  6. Syarifuddin, MMA. Kepala Dinas Kehutanan. Kalimantan Utara
  7. Usman, S.KM., M.Kes . Kepala Dinas Kesehatan. Kalimantan Utara
  8. Samuel Parrangan, SE., M.Si. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kalimantan Utara
  9. Djoko Isworo, SH., MH. Kepala Biro Hukum Setprov. Kalimantan Utara
  10. H. Udiansyah, M.Si. Kepala Biro Perekonomian Setprov. Kalimantan Utara
  11. Muhammad Mursid, SE, Kepala Humas & Protokol Setprov Kalimantan Utara.
  12. Purnomo, MM. Sekretaris DPRD Kaltara.
  13. H. Abdul Madjid S, M.Si, Kepala Biro Organisasi Setprov Kalimantan Utara.

Dan 1 Pejabat Administrator yaitu Harry Prawoto, S.Sos., M.Si Sebagai Sekretaris Badan Pajak dan Retribusi Daerah yang juga dilantik kemarin 1 Agustus 2017.

Saya ucapkan selamat kepada pejabat Tinggi Pratama yang Baru saja dilantik. Karena saudara Menjadi ASN yang terpilih, dari ribuan ASN yang ada. Terpilihnya saudara-saudara telah melalui proses seleksi yang transparan, dan terbuka. Jabatan ini adalah amanah. Oleh karenanya, saya berpesan untuk menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya. Ujarnya

Saya juga berpesan kepada para istri dari pejabat tinggi pratama yang sudah dilantik, peran istri sangat besar terhadap para suami. Saya minta istri selalu memberikan dukungan, menjaga dan mengingatkan jika suaminya melakukan kekeliruan. Pungkasnya.

Foto Bersama: Pejabat Tinggi Pratama yang sudah dilantik, foto bersama dengan Gubernur Kaltara, Sekda, wakil DPRD Kaltara, Bupati Bulungan dan Beserta Istri.

 

Foto Bersama: Pejabat Tinggi Pratama yang sudah dilantik, foto bersama dengan Gubernur Kaltara, Sekda, wakil DPRD Kaltara, Bupati Bulungan dan Beserta Istri.