Monthly Archives: October 2017

  • 0

Gubernur Akui Tes CPNS 2017 Lebih Sulit

Category : Berita

PROKAL.COTANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) penerimaan CPNS Pemprov Kaltara sudah memasuki hari ke-11, Sabtu (21/10). Dibanding pelaksanaan CPNS 2014, tahun ini standar penilaian atau passing grade lebih tinggi.

Hal tersebut juga diakui oleh Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. Menurutnya, pelaksanaan CPNS tahun ini lebih ketat dan teliti dibanding saat 2014 lalu. Dia mengatakan, tes CPNS Kaltara pada 2014 juga menggunakan sistem CAT (computer assisted test), namun kala itu masih dikatakan awal penggunaan sistem baru.

“Untuk sekarang lebih teliti. Sulit dilakukan kecurangan oleh pejabat dan peserta sendiri. Jadi, tidak ada lagi kolusi dan nepotisme. Harus berasal dari usaha peserta sendiri agar bisa lolos,” tutur Irianto usai memantau di Laboratorium CAT Pemprov Kaltara, kemarin.

Dengan dilakukan kenaikan passing grade, kata Irianto, pemerintah ingin mendapatkan calon aparatur sipil negara (ASN) yang berkualitas. Dia mengatakan, masyarakat Kaltara harus bersyukur karena mendapatkan keistimewaan dari pemerintah pusat terkait syarat minimal indeks prestasi kumulatif (IPK). Jika secara umum harus minimal IPK 2,75, putra-putri Kaltara diberi keistimewaan IPK minimal 2,3.

“Ini bentuk usaha kami ke pemerintah pusat, Menpan-RB, Kepala BKN wilayah dan lainnya. Ini namanya keberpihakan pemerintah pusat terhadap Kaltara yang harus disyukuri,” ucapnya.

Dari syarat IPK tersebut, bisa menyaring peserta yang berasal dari luar daerah. Sebab, pendaftar CPNS Kaltara bukan hanya putra daerah saja, tapi seluruh Indonesia. Pendaftar luar Kaltara tentu tidak bisa mendaftar jika nilai IPK di bawah 2,75.

Meski bakal menambah sekitar 500 ASN, jumlah tersebut sebenarnya masih belum sesuai dengan kondisi beban kerja di provinsi termuda ini. Saat ini, jumlah ASN di Kaltara berjumlah sekitar 3.300 orang, ditambah tenaga kontrak sekitar 2.000 orang. Irianto bahkan membandingkan jumlah pegawai di Kaltara dengan daerah lain. Misal, Kutai Kartanegara yang mencapai 16 ribu ASN, Bulungan 5 ribu ASN, dan Tarakan sekitar 4.500 ASN.

“Saya berikan apresiasi kepada ASN dan tenaga kontrak di Kaltara yang sudah bekerja sangat keras, karena keterbatasan personel. Namun, bisa bekerja dengan maksimal,” terangnya.

Terkait pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB), Irianto menyatakan masih menunggu informasi dari panitia seleksi nasional (Panselnas) Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sebab, Pemprov Kaltara sebagai pelaksana di daerah.

“Yang kerja ini kan panselnas, kami menunggu informasi dari panselnas,” ujarnya. (rus/fen)

Sumber


  • 0

Gagal Lolos karena Koreksi Jawaban

Category : Berita

PROKAL.COTANJUNG SELOR – Ada saja kejadian unik yang terjadi selama pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Pemprov Kaltara yang digelar sejak 11 Oktober lalu. Salah satunya, peserta yang gagal mencapai passing grade karena mengganti jawaban.

Seperti salah seorang peserta yang telah mendapat nilai tes intelegensia umum (TIU) 90 poin, namun turun menjadi 40 lantaran mengoreksi jawabannya di sisa waktu berakhirnya tes. Peserta tersebut pun dianggap gugur, meski nilai lainnya mencapai passing grade atau nilai ambang batas.

Denny Prayudi, Kasubbag Pengadaan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, juga mengaku dirinya banyak melihat peserta yang meraih nilai sudah mencapai passing grade. Tapi, di akhir ujian nilainya malah anjlok dan tidak mencapai passing grade.

Itu, kata dia, bisa jadi karena peserta yang sudah selesai mengerjakan soal kemudian mengulangi dari awal untuk mengecek jawabannya. Bisa jadi karena peserta tersebut ragu dengan jawaban awalnya sehingga diulang lagi. Tapi, setelah diulang justru membuat nilainya turun.

“Sering sekali itu terjadi. Bahkan, penonton yang melihat juga menyoraki, karena sudah lolos awalnya, tapi malah merosot tidak mencapai passing grade. Ya, mungkin itu namanya bukan rezeki,” ujarnya, Kamis (19/10).

Kesalahan seperti itu, lanjutnya, sebenarnya tidak perlu dilakukan oleh peserta. Namun, hal itu juga tergantung dari peserta yang bersangkutan. Karena biasanya peserta merasa ragu dengan jawaban awal atau merasa dengan menjawab lagi nilainya bisa lebih tinggi.

“Tapi malah anjlok. Ya, belum berjodoh dengan Kaltara,” imbuhnya.

Hingga hari ke-9, kemarin, sampai sesi keempat tercatat 909 peserta sudah lolos SKD atau nilainya mencapai passing grade. Jumlah kehadiran peserta juga masih sama seperti hari-hari sebelumnya yang tidak pernah hadir 100 persen.

Selain itu, pencapaian nilai tertinggi juga belum ada yang melewati nilai 418 untuk S-1 yang diraih Ramadansyah peserta dengan nomor 840011300008056. Dan, untuk D-3 nilai tertinggi masih diraih Ani Pissa Kusworo peserta dengan nomor 84001220000772 yang meraih 410 poin.

Sebelumnya, Kepala BKD Kaltara Muhamad Ishak,SE,MM menyatakan untuk SKB, yang akan lolos hanya kelipatan tiga setiap formasi. Dia mencontohkan, jika satu formasi dengan kuota tiga orang, maka yang akan ikut SKB hanya sembilan orang, meskipun yang lolos SKD ada 10 orang.

“Karena formasinya ada sekitar 500, jadi yang lolos untuk SKB sekitar 1.500 orang. Nanti akan diseleksi lagi dari hasil SKD ini,” terangnya. (rus/fen)

 

Hasil Tes SKD CPNS Kaltara hingga 19 Oktober 2017

No. Tanggal Kehadiran Jumlah Peserta Lulus
Hadir Tidak Hadir Lulus Tidak Lulus
1 11 Oktober 2017 570 30 133 467
2 12 Oktober 2017 588 12 137 463
3 13 Oktober 2017 485 *) 15 *) 75 *) 425 *)
4 14 Oktober 2017 580 20 97 503
5 15 Oktober 2017 588 12 93 507
6 16 Oktober 2017 583 17 91 509
7 17 Oktober 2017 574 26 112 488
8 18 Oktober 2017 585 15 102 498
9 19 Oktober 2017 384**) 16**) 69**) 331**)
Total 4.937 163 909 4.191

 

Keterangan:

*) Hari Jumat hanya lima sesi (500 peserta)

**) Hasil sampai sesi keempat

Nilai Tertinggi S1: Ramadhansyah (840011300008056) 418 poin

Nilai Tertinggi D3: Ani Pissa Kusworo (84001220000772) 410 poin

Sumber


  • 0

Baru 718 Peserta Capai Passing Grade

Category : Berita


PROKAL.CO
TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) penerimaan CPNS Pemprov Kaltara sudah berlangsung sepekan. Hingga Selasa (17/10), selalu ada saja peserta yang tidak hadir mengikuti SKD setiap harinya.

Ketidakhadiran peserta terbanyak masih pada hari pertama yang berjumlah 30 orang. Sedangkan setelahnya berada di kisaran belasan orang yang tidak hadir. Untuk jumlah peserta yang lulus ujian sesuai passing grade pun terbilang masih sedikit.

Bahkan, jumlah peserta yang lulus semakin menurun setiap harinya. Jika hari pertama dan kedua jumlah peserta lulus sebanyak 133 dan 137 orang, pada hari keenam atau Senin (16/10) lalu, hanya 91 dari 600 peserta yang mencapai passing grade.

Berdasarkan data yang diumumkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, hingga sesi kedua kemarin, dari 4.000 peserta yang tidak hadir sebanyak 124 orang. Dan, yang lulus sesuai passing grade sebanyak 718 peserta hingga sesi 5, malam tadi.

Sementara, dari ribuan peserta tersebut, nilai tertinggi ujian untuk jenjang S-1 diraih oleh peserta atas nama Ramadhansyah dengan 418 poin. Sedangkan untuk jenjang D-3 diraih oleh Ani Pissa Kusworo dengan 410 poin.

“Nilai terendah sejauh ini 115 poin,” tutur Aden, salah seorang panitia pelaksana SKD dari BKD Kaltara.

Menurut Dewo, salah satu peserta yang sudah mengikuti SKD, dari tiga materi yang diujikan, tes wawasan kebangsaan (TWK) adalah yang paling sulit dibandingkan tes intelegensi umum (TIU) dan tes karakteristik pribadi (TKP). Peserta harus memahami materi-materi tentang wawasan kebangsaan seperti sejarah. Sementara, materi TKP bisa dikatakan lebih mudah, karena jawabannya sesuai dengan kepribadian peserta.

“Saya gagal karena kurang satu soal saja. Nilai TWK saya 75, minimalnya 80,” tuturnya.

Untuk diketahui, pada CPNS tahun ini, passing grade yang berlaku untuk TWK 75 poin, TIU 80 poin dan TKP 143 poin.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Muhamad Ishak mengatakan, peserta yang tidak hadir tentu saja dinyatakan gagal ke tahap selanjutnya. Tidak ada toleransi maupun keistimewaan untuk setiap peserta.

“Jika sudah lewat dari sesi peserta tersebut ujian akan ditolak oleh kami dan dinyatakan gagal,” tegasnya.

Ishak mengimbau kepada peserta yang belum mengikuti tes SKD untuk lebih banyak belajar tentang soal-soal. Semua materi, kata dia, sudah banyak beredar, baik di buku, website atau media lainnya. “Semua sudah tersedia, bahan sudah ada. Manfaatkan waktu yang ada untuk belajar,” tutupnya. (rus/fen)

 

Hasil Tes SKD CPNS Kaltara hingga 17 Oktober 2017

No. Tanggal Kehadiran Jumlah Peserta Lulus
Hadir Tidak Hadir Lulus Tidak Lulus
1 11 Oktober 2017 570 30 133 467
2 12 Oktober 2017 588 12 137 463
3 13 Oktober 2017 485 *) 15 *) 75 *) 425 *)
4 14 Oktober 2017 580 20 97 503
5 15 Oktober 2017 588 12 93 507
6 16 Oktober 2017 583 17 91 509
7 17 Oktober 2017 482 **) 18 **) 92 **) 408 **)
Total 3876 124 718 3282

 

Keterangan:

*) Hari Jumat hanya lima sesi (500 peserta)

**) Hasil sampai sesi kelima

Nilai Tertinggi S1: Ramadhansyah (840011300008056) 418 poin

Nilai Tertinggi D3: Ani Pissa Kusworo (84001220000772) 410 poin

Sumber


  • 0

Lolos SKD Tak Jamin ke SKB, Kepala BKD: Hanya Diambil Tiga Kali Jumlah Formasi

Category : Berita

PROKAL.COTANJUNG SELOR – Selama delapan hari tes SKD CPNS Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, dalam setiap sesi tingkat kehadiran peserta tidak bisa 100 persen. Hanya dua sesi saja yakni sesi 30 dan sesi 46 yang peserta hadir 100 persen. Namun, hal itu tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan ujian CPNS ini.

Hingga Rabu (18/10), sebanyak 828 peserta berhasil mendapatkan nilai di atas passing grade, yakni 75 poin (tes wawasan kebangsaan), 80 poin (tes intelegensi umum) dan 143 poin (tes karakteristik pribadi). Sementara, dari 4.600 peserta (hingga sesi kelima kemarin), 145 peserta tercatat yang tidak hadir mengikuti ujian dan dinyatakan gagal.

Kepala BKD Kaltara Muhamad Ishak,SE,MM menyatakan untuk SKB yang akan lolos hanya kelipatan tiga setiap formasi. Dia mencontohkan, jika satu formasi dengan kuota tiga orang, maka yang akan ikut SKB hanya sembilan orang, meskipun yang lolos SKD ada 10 orang.

“Karena formasinya ada sekitar 500, jadi yang lolos untuk SKB sekitar 1.500 orang. Nanti akan diseleksi lagi dari hasil SKD ini,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada peserta untuk terus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Sebab, hanya lolos dengan minimal nilai passing grade saja tidak cukup. Harus mampu meraih nilai tertinggi agar peluang lolos ke SKB lebih besar.

Untuk diketahui, hingga hari kedelapan kemarin, nilai tertinggi tes SKD untuk jenjang S-1 masih diraih oleh peserta atas nama Ramadhansyah dengan 418 poin. Sedangkan, untuk jenjang D-3 diraih oleh Ani Pissa Kusworo dengan 410 poin. Sementara, nilai terendah adalah 115 poin.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan BKD Kaltara Waluyo, menambahkan bahwa peserta bisa melihat langsung hasil ujian setelah selesai mengerjakan soal ujian. Bagi yang tidak sempat melihat hasil yang ditampilkan di monitor yang diletakkan di halaman lokasi ujian, bisa melihatnya pada lembar pengumuman yang dipasang di papan pengumuman.

“Setiap hari kami juga membuat berita acaranya untuk dilaporkan. Jadi, semua data, mulai jumlah kehadiran peserta, berapa yang lulus, yang tidak lulus, dan lainnya semua tercatat,” terangnya.

Bila dikalkulasi dalam sehari sekitar 100 peserta memenuhi passing grade, maka diperkirakan akan ada lebih dari 2.000 peserta yang lolos SKD. Namun, dari jumlah tersebut masih akan dipangkas lagi hanya sekitar 1.500 peserta untuk tahap seleksi kompetensi bidang (SKB), meski waktunya belum bisa dipastikan.

Rizal, peserta asal Bulungan mengatakan, tertarik mencoba mengikuti tes CPNS karena ingin memiliki kehidupan yang terjamin. Sebab, dengan menjadi PNS, negara akan menjamin hidupnya hingga pensiun nanti. Meski harus bersaing dengan ribuan peserta lainnya, Rizal mengaku tidak terlalu khawatir dan hanya akan berusaha maksimal.

“Yang penting berusaha saja, tidak perlu memikirkan orang lain karena ujiannya juga tidak bisa mencontek,” tuturnya, malam tadi.

Persiapan mengikuti ujian juga sudah dilakukannya dengan mencari bahan bacaan melalui internet. Bahkan, dia mengaku rajin datang ke lokasii ujian setiap hari untuk melihat perkembangan ujian CPNS.

“Banyak sekali yang gagal di tes ini, saya banyak belajar dari yang sudah ujian. Kebetulan ada yang jualan buku kisi-kisi CPNS juga,” ujarnya. (rus/fen)

 

Hasil Tes SKD CPNS Kaltara hingga 18 Oktober 2017

No. Tanggal Kehadiran Jumlah Peserta Lulus
Hadir Tidak Hadir Lulus Tidak Lulus
1 11 Oktober 2017 570 30 133 467
2 12 Oktober 2017 588 12 137 463
3 13 Oktober 2017 485 *) 15 *) 75 *) 425 *)
4 14 Oktober 2017 580 20 97 503
5 15 Oktober 2017 588 12 93 507
6 16 Oktober 2017 583 17 91 509
7 17 Oktober 2017 574 26 112 488
8 18 Oktober 2017 487 **) 13 **) 90 **) 410 **)
Total 4.455 145 828 3.722

 

Keterangan:

*) Hari Jumat hanya lima sesi (500 peserta)

**) Hasil sampai sesi kelima

Nilai Tertinggi S1: Ramadhansyah (840011300008056) 418 poin

Nilai Tertinggi D3: Ani Pissa Kusworo (84001220000772) 410 poin

Sumber


  • 0

Peserta SKD CPNS Berguguran, Kepala BKD Tegaskan Tak Ada Toleransi

Category : Berita

PROKAL.COTANJUNG SELOR – Pelaksanaan tes SKD CPNS Pemprov Kalimantan Utara sudah memasuki hari kelima, Ahad (15/10). Selama lima hari pelaksanaannya, dalam setiap sesi tes SKD selalu ada peserta yang tidak hadir mengikuti ujian.

Berdasarkan catatan Bulungan Post, hingga sesi ketiga hari kelima kemarin, tercatat ada 93 peserta yang tidak hadir mengikuti ujian. Peserta terbanyak yang tidak mengikuti ujian adalah pada hari pertama, yakni 30 peserta.

Sementara, jumlah peserta yang lulus SKD atau yang memenuhi syarat passing grade juga cukup sedikit. Hingga sesi ketiga kemarin, baru 503 orang yang lolos ke tahap selanjutnya, yakni SKB. Menurut catatan media ini, sejak hari pertama pelaksanaan, jumlah peserta yang lolos terus mengalami penurunan.

Jika hari pertama yang lolos sebanyak 133 orang dari 600 peserta. Hari kedua meningkat menjadi 139 peserta yang lolos. Pada hari ketiga hingga kelima kemudian kembali turun menjadi 111 (hari ketiga), 103 (hari keempat) dan 43 (sesi ketiga hari kelima).

Reza, peserta asal Tarakan, mengaku sudah mempersiapkan diri dengan matang untuk mengikuti tes CPNS Kaltara ini. Di antaranya dengan membaca buku kisi-kisi dan soal ujian CPNS yang diperoleh dari internet.

“Persiapan sudah dilakukan dengan maksimal. Semoga hasilnya juga positif,” tuturnya saat akan mengikuti ujian sesi keempat, kemarin.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Muhamad Ishak mengatakan, peserta yang tidak hadir tentu saja dinyatakan gagal ke tahap selanjutnya. Tidak ada toleransi maupun keistimewaan untuk setiap peserta.

“Jika sudah lewat dari sesi peserta tersebut ujian akan ditolak oleh kami dan dinyatakan gagal,” tegasnya.

Ishak juga kembali mengimbau kepada peserta yang belum mengikuti tes SKD untuk lebih banyak belajar tentang soal-soal. Semua materi, kata dia, sudah banyak beredar, baik di buku, website atau media lainnya.

“Semua sudah tersedia. Bahan sudah ada. Manfaatkan waktu yang ada untuk belajar,” pesannya. (rus/fen)

Sumber


  • 0

Lebih 1.000 Peserta SKD Gagal, TWK Jadi yang Tersulit

Category : Berita

PROKAL.COTANJUNG SELOR – Pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) yang telah memasuki hari keempat, Sabtu (14/10), menumbangkan lebih dari 1.000 peserta. Karena tidak mencapai nilai ambang batas atau passing grade dan tidak hadir.

Berdasarkan catatan media ini, pada dua hari pelaksanaan SKD, hanya 244 dari 1.200 peserta yang lolos tes SKD. Sementara sisanya, rata-rata tidak memenuhi passing grade.

Salah satu peserta yang gagal lolos ke tahap SKB adalah Dewo. Peserta asal Kabupaten Berau, Kaltim ini mengaku kurang satu soal saja untuk bisa lolos dari tes SKB.

“Nilai saya 75, minimalnya 80,” ujarnya usai mengikuti sesi terakhir pada Jumat (13/10) malam.

Dia memberitahu nilainya usai ujian yaitu TWK 75 poin, TIU 90 poin, dan TKP 145 poin. Dikatakannya, dari tiga materi soal, tes wawasan kebangsaan (TWK) adalah yang paling susah dibandingkan tes intelegensi umum (TIU) dan tes karakteristik pribadi (TKP).

Peserta harus memahami materi-materi tentang wawasan kebangsaan seperti sejarah. Namun, dia mengaku sudah berusaha maksimal dalam tes SKD tersebut, meski impiannya sudah pupus untuk menjadi PNS di Pemprov Kaltara.

“Mungkin belum berjodoh (bekerja jadi PNS) di Kaltara,” ujarnya lantas tertawa.

Sebelumnya, menurut Rio Ahmad, penjual buku kisi-kisi ujian CPNS, untuk menjawab pertanyaan dalam tes SKD peserta harus memiliki strategi agar bisa mendapatkan hasil maksimal. Dia menyarankan peserta untuk menjawab pertanyaan mulai dari TKP terlebih dahulu, baru TWK dan TIU.

“Baca aja dulu jawabannya untuk yang TKP baru lihat pertanyaannya, pasti soalnya sesuai saja dengan yang kita perkirakan. Dan, soal TKP tidak terlalu menguras pikiran, karena berkaitan dengan kepribadian kita. Beda dengan TIU dan TWK yang lebih rumit,” terangnya.

Meski begitu, dia menjelaskan menjawab pertanyaan tersebut tergantung dengan masing-masing peserta. Sebab, tiap peserta memiliki wawasan dan cara berpikir yang berbeda. “Fokus dalam menjawab soal juga sangat penting, jangan terpengaruh suasana sekitar,” sarannya. (rus/fen)

Sumber


  • 0

Verifikasi Berkas CPNS Berlapis, Panitia Seleksi Lihat Usia Berdasarkan Ijazah

Category : Berita

PROKAL.COTANJUNG SELOR – Persoalan tahun kelahiran pada nomor induk kependudukan (NIK) yang dianggap tak sesuai ketentuan pada persyaratan CPNS Pemprov Kaltara, ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Muhamad Ishak, bukan merupakan kesalahan dari panitia seleksi.

 

Bahkan, dirinya yakin tidak ada pelamar CPNS yang melebihi batas usia lolos saat verifikasi berkas administrasi. Karena menurut dia, verifikasi berkas tidak hanya dilakukan secara daring atau online oleh Badan Kepegawaian Negara. Namun, juga dilakukan verifikasi manual hingga beberapa kali.

 

Saat pendaftaran pun, lanjutnya, ketika pelamar memasukkan data yang tidak sesuai langsung ditolak. Karena itu, dia memastikan pelamar CPNS yang dinyatakan lolos verifikasi berkas administrasi belum berusia 35 tahun pada 31 Desember 2017 sesuai persyaratan.

 

“Yang jelas, saat verifikasi pasti ketahuan. Kalau ada yang sengaja menurunkan usianya, maka langsung kami gugurkan,” tegasnya ketika ditemui media ini, Kamis (12/10).

 

“Insya Allah (tidak ada yang lewati batas usia). Kalau ada yang datang ingin mengecek, kami kasih datanya, kan ada ijazahnya. Kami yakin tidak ada yang melebihi umur 35 tahun,” sambungnya.

 

Dia juga mengimbau kepada masyarakat, terutama peserta tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Kaltara untuk tidak terpengaruh isu yang beredar soal adanya peserta yang melebihi 35 tahun.

 

Ditegaskannya, saat pendaftaraan awal CPNS Kaltara yang menjadi pegangan panitia seleksi adalah umur sesuai dengan tanggal lahir di ijazah. NIK yang dipermasalahkan di media sosial, kata dia, bisa jadi kesalahan saat pembuatan KTP atau kartu keluarga.

 

“Setiap pendaftaran dari awal sampai sebelum ujian sekarang, kami minta ijazah dan transkrip nilai. Akta kelahiran juga kami minta,” sebutnya.

 

Sementara itu, persoalan tahun kelahiran pada NIK pelamar CPNS ini sampai juga ke Ombudsman Perwakilan Kaltara. Dalam keterangan yang disampaikan Ombudsman melalui media sosial, NIK belum tentu secara pasti jadi acuan untuk tahun kelahiran. Dimungkinkan ada perbedaan variasi nomor/angka dengan beberapa syarat tertentu (misalnya, perempuan ditambah 20), dan diatur oleh sistem/mesin secara nasional.

 

Selain itu, tidak dimungkinkan ada perubahan atas NIK. Sekali keluar akan dipakai seterusnya. Meskipun semisal ada koreksi atas tanggal lahir dan diputus hakim untuk perubahan akta lahir. Hal tersebut tidak akan mengubah NIK. Ombudsman juga menyampaikan bahwa proses seleksi/verifikasi berkas dimulai dari pemeriksaan umur peserta dalam sistem SCCN. Apabila pada saat yang bersangkutan memasukkan data tanggal,bulan dan tahun kelahiran melebihi 35 tahun per 31 Desesember 2017, secara otomatis langsung ditolak oleh sistem.

 

Hasil koordinasi Ombudsman dengan Disdukcapil Kota Tarakan dan BKD Kaltara, juga menyatakan bahwa telah dilakukan pengecekan terkait nama-nama yang diisukan, dan itu tidak benar. Hasil koordinasi juga menyatakan verifikasi berkas dilakukan secara berjenjang, dan terakhir diverifikasi secara manual oleh tim Kantor Regional BKN Banjarmasin sebelum peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi.

 

Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kaltara Sumaji menegaskan, untuk NIK bagi seluruh masyarakat Indonesia tidak akan mengalami perubahan, sekali pun seorang penduduk pindah tempat tinggal. Tapi, sepanjang masih di lingkungan wilayah Indonesia, maka NIK tersebut tetap tidak ikut berubah.

 

“NIK itu menjadi password bagi seseorang yang diberikan negara,” ujarnya.

 

Dalam NIK itu, lanjutnya, tercantum 16 digit. Tiap dua angka memiliki makna berbeda. Dua angka pertama menunjukkan provinsi, lalu dua angka berikutnya kabupaten. Selanjutnya kecamatan, tanggal lahir, bulan dan tahun kelahiran.

 

Menyikapi persoalan adanya melewati batasan usia saat pelaksanaan seleksi peserta CPNS yang ramai dibincangkan netizen di media sosial. Dia mengaku telah disikapi, yang bersangkutan sudah melakukan perbaikan data. Dikarenakan ketika peserta CPNS pertama kali mengakses laman sscn.bkn.go.id, apabila batas usia sudah melebihi sesuai persyaratan yang ditetapkan, maka akan ada pemberitahuan usia telah melewati batas 35 tahun.

 

“Jadi, peserta tidak bisa mendaftar untuk ikut tes CPNS ketika ada kesalahan,” tegasnya. (rus/uno/fen)

Sumber


  • 0

Tak Semua Peserta CPNS Hadir

Category : Berita

PROKAL.CO, Pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Pemprov Kaltara yang memasuki hari kedua, Kamis (12/10), masih terdapat beberapa peserta yang absen. Data yang diperoleh dari panitia seleksi, sebanyak 10 peserta tidak hadir.

 

Untuk peserta yang lolos SKD hari kedua hingga sesi kelima yang selesai pukul 20.00 Wita, berjumlah 111 orang, terdiri dari jenjang D-3 sebanyak 8 orang, serta jenjang D-4 hingga S-2 sebanyak 103 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibanding  hari pertama yang sebanyak 133 orang, terdiri dari 12 jenjang D-3 dan 121 jenjang S-1.

 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Muhamad Ishak mengatakan, kemampuan setiap peserta berbeda-beda. Orang lain yang melihat belum tentu bisa menjawab semua pertanyaan dalam tes tersebut dengan benar.

 

“Kita sendiri kalau ikut tes juga belum tentu bisa. Saya sendiri tidak tahu bentuk soalnya seperti apa. Faktor usia bisa saja memengaruhi, kita belum tahu yang lolos ini kelahiran tahun berapa, dalam tanda kutip kalau yang usia lama (lebih tua) sudah lama tidak mempelajari atau yang fresh graduate,” tuturnya.

 

Untuk itu, Ishak mengimbau kepada peserta yang belum mengikuti tes SKD untuk lebih banyak belajar tentang soal-soal. Semua materi, kata dia, sudah banyak beredar, baik di buku, website atau media lainnya. “Semua sudah tersedia, bahan sudah ada. Manfaatkan waktu yang ada untuk belajar,” pesannya.

 

Ditanya soal tahap selanjutnya, yakni seleksi kompetensi bidang (SKB), Ishak mengaku belum bisa memastikan. Namun, pihaknya sudah menyampaikan kondisi yang ada kepada panitia seleksi nasional (Panselnas) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Menurutnya, pihak panselnas tentu saja sudah memperhitungkan waktu pelaksanaan SKD dengan SKB hingga tahapan akhirnya.

 

“Namun, kita sudah siap kapan pun waktu pelaksanaan SKB nanti. Informasi terakhir dari panselnas, untuk SKB tetap memakai sistem CAT (computer assisted test). Kita lihat nanti berapa jumlah yang lulus dan kapan waktu SKB-nya,” ujarnya. (rus/fen)

Sumber


  • 0

Pengumuman Jadwal Ujian CPNS Kaltara 2017

Mohon dibaca dengan seksama jadwal dan Tata Tertib Ujian SKD dibawah ini, untuk selengkapnya bisa di download format pdf berikut :