Verifikasi Berkas CPNS Berlapis, Panitia Seleksi Lihat Usia Berdasarkan Ijazah

  • 0

Verifikasi Berkas CPNS Berlapis, Panitia Seleksi Lihat Usia Berdasarkan Ijazah

Category : Berita

PROKAL.COTANJUNG SELOR – Persoalan tahun kelahiran pada nomor induk kependudukan (NIK) yang dianggap tak sesuai ketentuan pada persyaratan CPNS Pemprov Kaltara, ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Muhamad Ishak, bukan merupakan kesalahan dari panitia seleksi.

 

Bahkan, dirinya yakin tidak ada pelamar CPNS yang melebihi batas usia lolos saat verifikasi berkas administrasi. Karena menurut dia, verifikasi berkas tidak hanya dilakukan secara daring atau online oleh Badan Kepegawaian Negara. Namun, juga dilakukan verifikasi manual hingga beberapa kali.

 

Saat pendaftaran pun, lanjutnya, ketika pelamar memasukkan data yang tidak sesuai langsung ditolak. Karena itu, dia memastikan pelamar CPNS yang dinyatakan lolos verifikasi berkas administrasi belum berusia 35 tahun pada 31 Desember 2017 sesuai persyaratan.

 

“Yang jelas, saat verifikasi pasti ketahuan. Kalau ada yang sengaja menurunkan usianya, maka langsung kami gugurkan,” tegasnya ketika ditemui media ini, Kamis (12/10).

 

“Insya Allah (tidak ada yang lewati batas usia). Kalau ada yang datang ingin mengecek, kami kasih datanya, kan ada ijazahnya. Kami yakin tidak ada yang melebihi umur 35 tahun,” sambungnya.

 

Dia juga mengimbau kepada masyarakat, terutama peserta tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Kaltara untuk tidak terpengaruh isu yang beredar soal adanya peserta yang melebihi 35 tahun.

 

Ditegaskannya, saat pendaftaraan awal CPNS Kaltara yang menjadi pegangan panitia seleksi adalah umur sesuai dengan tanggal lahir di ijazah. NIK yang dipermasalahkan di media sosial, kata dia, bisa jadi kesalahan saat pembuatan KTP atau kartu keluarga.

 

“Setiap pendaftaran dari awal sampai sebelum ujian sekarang, kami minta ijazah dan transkrip nilai. Akta kelahiran juga kami minta,” sebutnya.

 

Sementara itu, persoalan tahun kelahiran pada NIK pelamar CPNS ini sampai juga ke Ombudsman Perwakilan Kaltara. Dalam keterangan yang disampaikan Ombudsman melalui media sosial, NIK belum tentu secara pasti jadi acuan untuk tahun kelahiran. Dimungkinkan ada perbedaan variasi nomor/angka dengan beberapa syarat tertentu (misalnya, perempuan ditambah 20), dan diatur oleh sistem/mesin secara nasional.

 

Selain itu, tidak dimungkinkan ada perubahan atas NIK. Sekali keluar akan dipakai seterusnya. Meskipun semisal ada koreksi atas tanggal lahir dan diputus hakim untuk perubahan akta lahir. Hal tersebut tidak akan mengubah NIK. Ombudsman juga menyampaikan bahwa proses seleksi/verifikasi berkas dimulai dari pemeriksaan umur peserta dalam sistem SCCN. Apabila pada saat yang bersangkutan memasukkan data tanggal,bulan dan tahun kelahiran melebihi 35 tahun per 31 Desesember 2017, secara otomatis langsung ditolak oleh sistem.

 

Hasil koordinasi Ombudsman dengan Disdukcapil Kota Tarakan dan BKD Kaltara, juga menyatakan bahwa telah dilakukan pengecekan terkait nama-nama yang diisukan, dan itu tidak benar. Hasil koordinasi juga menyatakan verifikasi berkas dilakukan secara berjenjang, dan terakhir diverifikasi secara manual oleh tim Kantor Regional BKN Banjarmasin sebelum peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi.

 

Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kaltara Sumaji menegaskan, untuk NIK bagi seluruh masyarakat Indonesia tidak akan mengalami perubahan, sekali pun seorang penduduk pindah tempat tinggal. Tapi, sepanjang masih di lingkungan wilayah Indonesia, maka NIK tersebut tetap tidak ikut berubah.

 

“NIK itu menjadi password bagi seseorang yang diberikan negara,” ujarnya.

 

Dalam NIK itu, lanjutnya, tercantum 16 digit. Tiap dua angka memiliki makna berbeda. Dua angka pertama menunjukkan provinsi, lalu dua angka berikutnya kabupaten. Selanjutnya kecamatan, tanggal lahir, bulan dan tahun kelahiran.

 

Menyikapi persoalan adanya melewati batasan usia saat pelaksanaan seleksi peserta CPNS yang ramai dibincangkan netizen di media sosial. Dia mengaku telah disikapi, yang bersangkutan sudah melakukan perbaikan data. Dikarenakan ketika peserta CPNS pertama kali mengakses laman sscn.bkn.go.id, apabila batas usia sudah melebihi sesuai persyaratan yang ditetapkan, maka akan ada pemberitahuan usia telah melewati batas 35 tahun.

 

“Jadi, peserta tidak bisa mendaftar untuk ikut tes CPNS ketika ada kesalahan,” tegasnya. (rus/uno/fen)

Sumber


Loading Facebook Comments ...