Gubernur Akui Tes CPNS 2017 Lebih Sulit

  • 0

Gubernur Akui Tes CPNS 2017 Lebih Sulit

Category : Berita

PROKAL.COTANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) penerimaan CPNS Pemprov Kaltara sudah memasuki hari ke-11, Sabtu (21/10). Dibanding pelaksanaan CPNS 2014, tahun ini standar penilaian atau passing grade lebih tinggi.

Hal tersebut juga diakui oleh Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. Menurutnya, pelaksanaan CPNS tahun ini lebih ketat dan teliti dibanding saat 2014 lalu. Dia mengatakan, tes CPNS Kaltara pada 2014 juga menggunakan sistem CAT (computer assisted test), namun kala itu masih dikatakan awal penggunaan sistem baru.

“Untuk sekarang lebih teliti. Sulit dilakukan kecurangan oleh pejabat dan peserta sendiri. Jadi, tidak ada lagi kolusi dan nepotisme. Harus berasal dari usaha peserta sendiri agar bisa lolos,” tutur Irianto usai memantau di Laboratorium CAT Pemprov Kaltara, kemarin.

Dengan dilakukan kenaikan passing grade, kata Irianto, pemerintah ingin mendapatkan calon aparatur sipil negara (ASN) yang berkualitas. Dia mengatakan, masyarakat Kaltara harus bersyukur karena mendapatkan keistimewaan dari pemerintah pusat terkait syarat minimal indeks prestasi kumulatif (IPK). Jika secara umum harus minimal IPK 2,75, putra-putri Kaltara diberi keistimewaan IPK minimal 2,3.

“Ini bentuk usaha kami ke pemerintah pusat, Menpan-RB, Kepala BKN wilayah dan lainnya. Ini namanya keberpihakan pemerintah pusat terhadap Kaltara yang harus disyukuri,” ucapnya.

Dari syarat IPK tersebut, bisa menyaring peserta yang berasal dari luar daerah. Sebab, pendaftar CPNS Kaltara bukan hanya putra daerah saja, tapi seluruh Indonesia. Pendaftar luar Kaltara tentu tidak bisa mendaftar jika nilai IPK di bawah 2,75.

Meski bakal menambah sekitar 500 ASN, jumlah tersebut sebenarnya masih belum sesuai dengan kondisi beban kerja di provinsi termuda ini. Saat ini, jumlah ASN di Kaltara berjumlah sekitar 3.300 orang, ditambah tenaga kontrak sekitar 2.000 orang. Irianto bahkan membandingkan jumlah pegawai di Kaltara dengan daerah lain. Misal, Kutai Kartanegara yang mencapai 16 ribu ASN, Bulungan 5 ribu ASN, dan Tarakan sekitar 4.500 ASN.

“Saya berikan apresiasi kepada ASN dan tenaga kontrak di Kaltara yang sudah bekerja sangat keras, karena keterbatasan personel. Namun, bisa bekerja dengan maksimal,” terangnya.

Terkait pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB), Irianto menyatakan masih menunggu informasi dari panitia seleksi nasional (Panselnas) Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sebab, Pemprov Kaltara sebagai pelaksana di daerah.

“Yang kerja ini kan panselnas, kami menunggu informasi dari panselnas,” ujarnya. (rus/fen)

Sumber


Loading Facebook Comments ...