Pengumuman Jadwal Ujian CPNS Kaltara 2017

  • 0

Pengumuman Jadwal Ujian CPNS Kaltara 2017

Mohon dibaca dengan seksama jadwal dan Tata Tertib Ujian SKD dibawah ini, untuk selengkapnya bisa di download format pdf berikut :

 

 

 

 


  • 0

PENERIMAAN DAN PERSYARATAN CPNS 2017 PROVINSI KALIMANTAN UTARA

 

Untuk Tata Cara Pendaftaran, Form Kelengkapan beserta Informasi & Formasi  Lengkap silahkan | Download Disini  atau disini

 

Informasi Update kunjungi tautan dibawah ini :

http://www.menpan.go.id/

https://sscn.bkn.go.id/

https://www.kaltaraprov.go.id

 

 


  • 0

Kalah Tipis 3-2, BKD Kaltara FC Kandas oleh Tim Futsal Sat Pol PP Kaltara

foto-futsal-1Tanjung Selor – Turnamen Futsal yang diadakan oleh dinas PU dan TR Provinsi Kaltara diadakan tanggal 24-27 November 2016 di Lapangan Futsal Brizzi Tanjung Selor yang beralamatkan di Sabanar lama. Tim BKD FC yang turun di Pertandingan / turnamen futsal PU CUP 2016 ini yaitu, Aden (12), Andra (27), Ari (17), Bayu (6), Tanjung (21), sedangkan yang ada di bangku cadangan yaitu Ipul (46), Joel (24), Ardi (23), Alex (1), Katimin (7), Dedy (22) dan Official Icha (76). Pertandingan Pertama Tim BKD FC vs tim DPU Kab. Bulungan dengan Skor 9-2 yang di menangkan tim BKD FC, Ke Esokan Hari tim BKD FC vs tim Biro Pemerintahan Umum dengan skor 6-2 yang dimenangkan Oleh Tim BKD, dan pada Sore harinya di hari yang sama BKD FC vs Tim dari Biro Umum dengan Skor 11-2 yang dimenangkan oleh Tim BKD FC. Dan akhir Tim BKD FC Memasuki Semi Final.

Pada minggu pagi semi final dilaksanakan  tepat pada pukul kurang lebih 09.40, yang bertanding di semi final turnamen futsal PU CUP 2016 yaitu tim BKD FC vs  tim DPU TR, dalam pertandingan tersebut ke dua tim bermain sangat bagus, dan akhirnya BKD FC merebut Tiket ke Final usai mengalahkan tim dari DPUTR dengan kedudukan akhir 8-6.

Turnamen Futsal PU CUP II telah berakhir, Tim Futsal BKD FC vs Tim Futsal Sat Pol PP Kaltara melaju ke partai final yang berlangsung di lapangan futsal Brezzy Land tadi malam (27/11/16).

Laga pada partai final berjalan sengit, kedua tim saling jual beli serangan. Babak pertama kedua tim bermain imbang 1-1. BKD coba mendominasi jalannya pertandingan, tapi selalu berhasil dipatahkan tim Futsal Pol PP. Hingga peluit dibunyikan paruh babak pertama skor tak berubah.

foto-futsal-3

Foto Bersama : ke 2 Tim foto bersama dengan  perwakilan DPUTR dan dengan wasit yang memimpin partai final yang menemukan tim BKD FC Kaltara vs tim Futsal Sat Pol PP Kaltara, Malam (27/11/16)

Usai turun minum, serangan kembali dilakukan tim Futsal Sat Pol PP ke jantung pertahanan BKD. Namun kokohnya pertahanan BKD, membuat pemain Sat Pol PP kesulitan membobol gawang. Sat Pol PP berhasil menambah satu gol, membuat kedudukan sementara 2-1. BKD berhasil membuat kedudukan menjadi imbang 2-2.

Peluit panjang dibunyikan wasit tanda berakhir pertandingan, dengan Skor Tipis 3-2 yang di menangkan Tim Futsal Pol PP Kaltara. ( dok. BKD )

 

 


  • 0

Ramsidah, Aparatur Sipil ‘Pahlawan Sanitasi’ Dari Nunukan

ramsidahKORPRI.ID – Semangat kepahlawanan mesti menjadi jiwa para PNS atau aparatur sipil negara (ASN) di mana pun berada. Implementasi spirit kepahlawanan yang tepat bagi ASN saat ini adalah dengan terus bersikap profesional, inovatif dan mendayagunakannya untuk mengatasi pelbagai permasalahan bangsa.

Demikian pesan yang disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) Prof Dr Zudan Arif Fakruloh, SH, MH terkait dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional, Kamis (10/11/2016) hari ini. “Saya mengajak para ASN anggota Korpri di seluruh pelosok tanah air, teruslah berinovasi untuk kepentingan publik sehingga masyarakat pun gembira karena urusannya menjadi lebih mudah berkat kreativitas dan profesionalisme Saudara semua. Inilah aplikasi yang jitu untuk membumikan spirit Kepahlawanan 10 November saat ini,” kata Zudan bersemangat.

Pelaksana Tugas Gubernur Gorontalo ini mengaku senang dan bangga dengan berbagai inovasi karya para ASN Indonesia. Hal tersebut pada dasarnya merupakan sumbangsih konkret dari pegawai negeri anggota Korpri untuk membangun bangsa agar makin sejahtera hidup lebih mudah ke depannya.

Salah satu ASN yang membuat Zudan bangga adalah, Ramsidah, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Perempuan berusia 47 tahun itu berhasil mewujudkan kepeduliannya terhadap masyarakat lokal melalui inovasi pemanfaatan ban bekas sebagai septic tank dengan sistem arisan jamban keluarga (Siarja).

Berkat karyanya yang sangat bermanfaat dan berdampak besar bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Nunukan, Ramsidah berhasil meraih juara pertama pada kompetisi inovasi pasca Diklat Kepemimpinan (Sinopadik) se-Kalimantan yang dilangsungkan di Tanjung Selor pada 25 hingga 26 Oktober 2016 lalu.

Kondisi masyarakat Nunukan yang masih minim kepedulian terhadap kesehatan sanitasi lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat, mendorong Ramsidah berinovasi agar bisa keluar dari persoalan tersebut.

Ide inovatif ibu tiga anak itu bermula pada tahun 2014 lalu, ketika ia menjadi salah satu tim penyusunan Amdal di Kabupaten Nunukan. Dari hasil pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, mampulah Ramsidah menekan jumlah warga yang membuat hajat sembarang. Bahkan, jumlah warga yang sakit dari tahun ke tahun semakin menurun.

Atas inovasinya tersebut, Ramsidah mendapat ‘ganjaran pantas’ dengan mengantongi gelar juara Jambore Inovasi dan Pelayanan Publik di Kalimantan 2016.

 

Ramsidah pun bercerita banyak tentang inovasinya itu kepada Korpri.id pada Rabu (9/11/2016). Inovasi yang diciptakannya tersebut, mengacu pada visi Nawacita Presiden Joko Widodo tentang pembangunan sosial.

“Inovasi ini dapat berjalan berkat gotong royong dan swadaya masyarakat sekitar. Yakni dengan iuran Rp50 ribu selama 6 bulan untuk per rumah,” ujarnya.

Sistem yang dipakai yakni sistem lot. Siapa yang keluar namanya, akan dibangunkan fasilitas jamban keluarga dengan sistem gotong royong bersama masyarakat sekitar.

Uang lima puluh ribu itulah yang digunakan untuk membeli material bahan yang akan digunakan seperti kerikil dan semen. Sedang ban bekas, tutur dia, didapat dari masyarakat dan beberapa perusahaan di Nunukan.

Program ini juga tak membebani APBD maupun APBN. Dari iuran masyarakat itu pula dipakai untuk biaya konsumsi gotong royong masyarakat saat membangun jamban, serta peningkatan fasilitasnya.

Dengan swadaya, Ramsidah ingin mengajarkan masyarakat untuk tidak manja. Mengingat fasilitas jamban ini untuk kepentingan bersama.

“Kami pernah ditawari Rp2 miliar oleh bupati, tapi kami tolak. Sebab saya tak ingin mengajarkan masyarakat untuk manja. Kita ingin mendorong masyarakat untuk peduli akan kepentingan bersama. Mengubah pola pikir masyarakat,” imbuhnya.

Ia membeberkan, satu septic tank mampu mengakomodir 4 rumah. Apalagi, Ramsidah mengklaim inovasinya ini tahan lama dan tidak mudah penuh.

Teknologi yang digunakannya pun ramah lingkungan. Mengadopsi proses penjernihan air bersih, jamban ini tidak akan mencemari lingkungan.

“Dengan ukuran 2 x 2 meter, septic tank ramah lingkungan, bahan-bahannya demikian. Seperti ijuk, kerikil, pasir, kaporit dan kapuk,” tuturnya.

Dalam praktiknya, Ramsidah tidak sendirian. Sebagai fasilitator program sanitasi berbasis masyarakat ini, dibantu pengurus Forum Kabupaten Sehat. Hasil audit forum itu, diakuinya sudah berhasil membangun 830 jamban keluarga yang tersebar di 9 wilayah desa di Kabupaten Nunukan.

Kendati demikian, dirinya mengaku masih memiliki kendala dalam mengimplementasikan program tersebut.

“Salah satu kendala, yakni ketersediaan ban bekas yang berkurang. Terkadang menunggu ban bekas dari perusahaan yang bekerjasama dalam program CSR,” ungkapnya.

Meski sudah menghasilkan satu inovasi, Ramsidah mengaku tengah mempersiapkan inovasi baru, sebagai pengembangan septic tank ban bekas ini. Yakni pembuatan kloset dari koran bekas.

“Koran bekas nanti diblender dengan kulit telur. Setelah itu dicetak. Karena biaya kloset saat ini mahal. Dengan koran bekas, dari satu kantong semen, kita bisa memproduksi 4 kloset,” tandasnya.

Atas prestasinya tersebut, tak berlebihan jika Ramsidah dijuluki ASN Pahlawan Sanitasi Kabupaten Nunukan.


  • 0

THL – TB Penyuluh Pertanian Ikut Tes CPNS

img_9710TANJUNG SELOR – Setelah Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian Kesehatan dan Guru Garis Depan (GGD) dari kementerian Pendidikan dan kebudayaan menyelesaikan tes, kini giliran Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL-TB) Penyuluh pertanian Kementerian Pertanian melakukan tes untuk diangkat  menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil – Aparatur Sipil Negara(CPNS/CASN).

Pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar (TKD) Berlangsung Selasa-Rabu ( 4-5 Oktober 2016), menggunakan Sistem Computer Assisted Test (CAT) di lokasi di laboratorium CAT Provinsi Kalimantan Utara yang beralamat di jalan Durian Tanjung Selor.

Peserta wajib mengerjakan materi Tes Kompetensi Dasar yang terdiri Tes wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelejensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Ada sebanyak 45 peserta yang ikut tes Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL-TB) Penyuluh pertanian Kementerian Pertanian  yang ada di kabupaten / kota yang ada di Provinsi Kalimantan Utara.(dok. BKD)


  • 0

KOORDINASI DAN BIMTEK SAPK DALAM RANGKA PENGALIHAN PNS SE PROVINSI KALIMANTAN UTARA

IMG_8648

Gb. Kepala Bagian Dokumentasi Informasi Sedang Memaparkan Laporan Kegiatan Panitia

Sesuai amanat dari undang undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah & Peraturan Kepala BKN No. 1 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Pengalihan PNS Daerah Kabupaten/Kota yang Menduduki Jabatan Fungsional Guru dan Tenaga Kependidikan menjadi PNS Daerah Provinsi maka Biro Kepegawaian dan Diklat mengadakan acara koordinasi dan Bimtek SAPK dalam rangka pengalihan PNS Kabupaten Kota Ke Provinsi. Acara ini dihadiri oleh wakil dari 5 kabupaten kota se provinsi kalimantan utara terdiri dari Badan Kepegawaian Daerah dan Dinas Pendididikan serta narasumer dari BKN Regional VIII Banjarmasin.

IMG_8669

Gb. Peserta Koordinasi Sedang Mendengarkan Sambutan Kepala Regional VIII BKN Bajarmasin

Dalam sambutannya, Kepala Biro Kepegawaian dan Diklat Provinsi Kaltara M. Sihak SE, MM. mengatakan bahwa kriteria PNS yang akan dialihkan ke pusat menurut Perka BKN Nomor 1 Tahun 2016 yaitu :

Pegawai Negeri Sipil yang Menduduki Jabatan Guru dan Tenaga Kependidikan adalah:
a. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional Guru pada satuan pendidikan menengah;
b. Pegawaia Negeri Sipil yang menduduki jabatan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan menengah, yang terdiri atas:
1) Pengawas Sekolah;
2) Kepala Sekolah;
3) Pengelola Laboratorium/Bengkel;
4) Pranata Laboratorium Pendidikan;
5) Pengelola Perpustakaan;
6) Pustakawan;
7) Pejabat Pengawas dan Pelaksana

IMG_8725

Gb. Peseta Membuat Kelompok Berdasarkan Kabupaten Kota

Langkah-Langkah Yang Telah Dilakukan

  1. Membentuk Tim Koordinasi Pengalihan P3D Provinsi Kalimantan Utara yang didalamnya Biro Kepegawaian dan Diklat Sebagai Koordinator Bidang Personel;
  2. Melakukan Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka percepatan pelaksanaan tahapan pengalihan P3D;
  3. Mengikuti Undangan Rapat Koordinasi dengan Kementerian Terkait dalam rangka sosialisasi dan sinkronisasi data P3D di Jakarta;
  4. Memfasilitasi Kegiatan Kementerian Dalam Negeri beserta lembaga terkait dalam rangka sinkronisasi data P3D di Tanjung Selor yang dihadiri oleh semua Instansi terkait Provinsi dan Kabupaten/Kota se Kaltara;
  5. Menyelenggarakan Kegiatan Koordinasi dan Bimbingan Teknis SAPK dalam rangka Pengalihan PNS yang dihadiri oleh BKD dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Kaltara yang dilaksanakan pada hari ini 3 s.d. 5 Agustus 2016 di Kota Tarakan;

IMG_8682

Gb. Sesi Tanya Jawab


  • 0