Pengumuman Jadwal Ujian CPNS Kaltara 2017

  • 0

Pengumuman Jadwal Ujian CPNS Kaltara 2017

Mohon dibaca dengan seksama jadwal dan Tata Tertib Ujian SKD dibawah ini, untuk selengkapnya bisa di download format pdf berikut :

 

 

 

 


  • 0

INSTALASI SERVER LOKAL PENUNJANG SISTEM INFORMASI ABSENSI ONLINE TERBARU

Tanjung Selor, Pada tanggal 19 sampai dengan 28 Juli 2017 yang lalu, tim teknis dari BKD Prov. Kaltara melakukan instalasi server lokal Sistem Informasi Absensi Online (SIAO) versi terbaru pada 28 titik yang ada pada Instansi Provinsi Kalimantan Utara tepatnya di lingkup Kota Tanjung Selor. Tim yang terdiri dari 2 orang Pranata Komputer dan 1 orang Dokumentator berkeliling kota dengan membawa peralatan yang terdiri dari server lokal yang berupa Mini PC ataupun All In One PC beserta peralatan pemasangan perangkat dan jaringan mendatangi satu per satu kantor Instansi Pemprov. Kaltara yang ada di Kota Tanjung Selor.  Sebelumnya, Bidang Pembinaan dan Informasi Pegawai BKD Prov. Kaltara telah melakukan ujicoba sistem absensi online baru tersebut di 2 titik yaitu di kantor BKD Prov. Kaltara sendiri dan di gedung Sekretariat Provinsi di Jl. Kol. H. Soetadji Tanjung Selor. Dari serangkaian uji coba tersebut di simpulkan bahwa implementasi sistem baru ini dapat segera dilaksanakan dan diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sehingga melengkapi seluruh total terdapat 30 server lokal dengan 35 mesin absen yang ada di 40 Instansi.

Gb. Persiapan peralatan menuju kantor Dinas ESDM

Gb. Persiapan peralatan menuju kantor Sekretariat DPRD Kaltara

Gb. Setting Aplikasi Client pada kantor Dinas Perhubungan

Gb. Setting Jaringan pada kantor Dinas Kelautan dan Perikanan

Gb. Pemasangan Braket Server Lokal pada kantor Bappeda dan PU

Sistem baru ini sebagai jawaban dari permasalahan yang ditemui pada sistem sebelumnya yang terkendala dalam pengiriman data absensi dari mesin absen ke server pusat. Beberapa faktor penyebabnya adalah masalah jaringan internet, listrik dan bug pada server pusat. Kondisi internet yang offline karena gangguan masal menjadi penyebab utama yang akan membuat proses upload data absen akan terhenti di mesin absen, meski saat internet kembali online maka sebanyak 35 mesin absensi yang tanpa bantuan server lokal mencoba mengirimkan kembali data absen yang tertahan tersebut ke server pusat bersama-sama yang akan membuat server overload sehingga membuat tingkat keberhasilan data yang diterima kurang dari 10%. Kondisi tersebut mengakibatkan aplikasi web SIAO tidak dapat menyajikan laporan kehadiran pegawai yang valid. Begitupula masalah listrik yang padam akan turut mematikan jaringan internet, termasuk bug server pusat yang mengalami offline secara acak sehingga data absensi tidak dapat terkirim dan aplikasi web SIAO tidak dapat di akses.

Gb. Desain Topologi SIAO 2

 

Gb. Uji coba dan trouble shoot sistem untuk validitas data absensi

Gb. Menu Utama e-Office diaman Sistem Informasi Absensi Online telah terintegrasi didalamnya.

Dalam pengembangannya, Sistem Informasi Absensi Online baru ini mengacu dari permasalahan dilapangan. Tim teknis BKD Prov. Kaltara melakukan sendiri desain ulang topologi sistem alur data absensi mulai dari mesin absensi hingga server pusat yang paling memungkinkan dalam kaitannya meminimalisir data yang tidak valid akibat berbagai faktor yang telah disebutkan di atas. Beberapa penambahan komponen dilakukan baik berupa server lokal dengan tambahan komponen jaringan beserta aplikasi klien di server lokal maupun aplikasi web SIAO yang saat ini terintegrasi dengan aplikasi Sitem Informasi Kepegawaian (SIMPEG).

Gb. Proses kloning dan setting dasar  30 unit server lokal

Gb. Beberapa unit mini pc yang selesai di kloning, membutuhkan 2-3 jam untuk setting dasar setiap mini pc

Gb. Crimping Kabel Lan, membutuhkan banyak kabel Lan untuk implementasi sistem

Di benamkan pula fasilitas remote client, yaitu tim teknis dapat melakukan kontrol server lokal termasuk mengelola mesin absen yang ada di seluruh Instansi Prov. kaltara dari jarak jauh menggunakan internet sehingga tim teknis tidak perlu mendatangi seluruh Intansi tersebut dalam kaitannya menambah sidik pegawai baru kedalam mesin absen, merubah level akses pegawai pada mesin atau menarik data mesin absen secara langsung untuk data pembanding. Selain efektif menghemat waktu, tentu metode ini menghemat biaya jika kedepannya sistem ini di implementasikan di wilayah Kabupaten Kota dan sejauh ini belum ada Instansi diluar  Pemprov Kaltara menggunakan metode remote ini karena hal tersebut dilakukan oleh masing-masing operator SKPD.

Pengembangan aplikasi dikerjakan pihak ketiga, sedangkan instalasi dan setting server pusat, instalasi dan setting 30 unit server lokal, dan implementasi pemasangan server lokal dan jaringan di setiap Instansi agar sistem berjalan dilakukan oleh tim teknis Pranata Komputer BKD Prov. Kaltara dari Bidang Pembinaan dan Informasi Pegawai. Hal ini merupakan langkah penting untuk mengurangi ketergantungan dalam menggunakan pihak ketiga meskipun persiapan memakan waktu cukup panjang. Semua itu demi mengawal validitas data sejak dari mesin absen hingga server pusat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan akan menjadi salah satu sistem absensi online terbaik yang diterapkan oleh instansi pemerintah. @ade

 

 

 


  • 0

Kalah Tipis 3-2, BKD Kaltara FC Kandas oleh Tim Futsal Sat Pol PP Kaltara

foto-futsal-1Tanjung Selor – Turnamen Futsal yang diadakan oleh dinas PU dan TR Provinsi Kaltara diadakan tanggal 24-27 November 2016 di Lapangan Futsal Brizzi Tanjung Selor yang beralamatkan di Sabanar lama. Tim BKD FC yang turun di Pertandingan / turnamen futsal PU CUP 2016 ini yaitu, Aden (12), Andra (27), Ari (17), Bayu (6), Tanjung (21), sedangkan yang ada di bangku cadangan yaitu Ipul (46), Joel (24), Ardi (23), Alex (1), Katimin (7), Dedy (22) dan Official Icha (76). Pertandingan Pertama Tim BKD FC vs tim DPU Kab. Bulungan dengan Skor 9-2 yang di menangkan tim BKD FC, Ke Esokan Hari tim BKD FC vs tim Biro Pemerintahan Umum dengan skor 6-2 yang dimenangkan Oleh Tim BKD, dan pada Sore harinya di hari yang sama BKD FC vs Tim dari Biro Umum dengan Skor 11-2 yang dimenangkan oleh Tim BKD FC. Dan akhir Tim BKD FC Memasuki Semi Final.

Pada minggu pagi semi final dilaksanakan  tepat pada pukul kurang lebih 09.40, yang bertanding di semi final turnamen futsal PU CUP 2016 yaitu tim BKD FC vs  tim DPU TR, dalam pertandingan tersebut ke dua tim bermain sangat bagus, dan akhirnya BKD FC merebut Tiket ke Final usai mengalahkan tim dari DPUTR dengan kedudukan akhir 8-6.

Turnamen Futsal PU CUP II telah berakhir, Tim Futsal BKD FC vs Tim Futsal Sat Pol PP Kaltara melaju ke partai final yang berlangsung di lapangan futsal Brezzy Land tadi malam (27/11/16).

Laga pada partai final berjalan sengit, kedua tim saling jual beli serangan. Babak pertama kedua tim bermain imbang 1-1. BKD coba mendominasi jalannya pertandingan, tapi selalu berhasil dipatahkan tim Futsal Pol PP. Hingga peluit dibunyikan paruh babak pertama skor tak berubah.

foto-futsal-3

Foto Bersama : ke 2 Tim foto bersama dengan  perwakilan DPUTR dan dengan wasit yang memimpin partai final yang menemukan tim BKD FC Kaltara vs tim Futsal Sat Pol PP Kaltara, Malam (27/11/16)

Usai turun minum, serangan kembali dilakukan tim Futsal Sat Pol PP ke jantung pertahanan BKD. Namun kokohnya pertahanan BKD, membuat pemain Sat Pol PP kesulitan membobol gawang. Sat Pol PP berhasil menambah satu gol, membuat kedudukan sementara 2-1. BKD berhasil membuat kedudukan menjadi imbang 2-2.

Peluit panjang dibunyikan wasit tanda berakhir pertandingan, dengan Skor Tipis 3-2 yang di menangkan Tim Futsal Pol PP Kaltara. ( dok. BKD )

 

 


  • 0

Ramsidah, Aparatur Sipil ‘Pahlawan Sanitasi’ Dari Nunukan

ramsidahKORPRI.ID – Semangat kepahlawanan mesti menjadi jiwa para PNS atau aparatur sipil negara (ASN) di mana pun berada. Implementasi spirit kepahlawanan yang tepat bagi ASN saat ini adalah dengan terus bersikap profesional, inovatif dan mendayagunakannya untuk mengatasi pelbagai permasalahan bangsa.

Demikian pesan yang disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) Prof Dr Zudan Arif Fakruloh, SH, MH terkait dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional, Kamis (10/11/2016) hari ini. “Saya mengajak para ASN anggota Korpri di seluruh pelosok tanah air, teruslah berinovasi untuk kepentingan publik sehingga masyarakat pun gembira karena urusannya menjadi lebih mudah berkat kreativitas dan profesionalisme Saudara semua. Inilah aplikasi yang jitu untuk membumikan spirit Kepahlawanan 10 November saat ini,” kata Zudan bersemangat.

Pelaksana Tugas Gubernur Gorontalo ini mengaku senang dan bangga dengan berbagai inovasi karya para ASN Indonesia. Hal tersebut pada dasarnya merupakan sumbangsih konkret dari pegawai negeri anggota Korpri untuk membangun bangsa agar makin sejahtera hidup lebih mudah ke depannya.

Salah satu ASN yang membuat Zudan bangga adalah, Ramsidah, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Perempuan berusia 47 tahun itu berhasil mewujudkan kepeduliannya terhadap masyarakat lokal melalui inovasi pemanfaatan ban bekas sebagai septic tank dengan sistem arisan jamban keluarga (Siarja).

Berkat karyanya yang sangat bermanfaat dan berdampak besar bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Nunukan, Ramsidah berhasil meraih juara pertama pada kompetisi inovasi pasca Diklat Kepemimpinan (Sinopadik) se-Kalimantan yang dilangsungkan di Tanjung Selor pada 25 hingga 26 Oktober 2016 lalu.

Kondisi masyarakat Nunukan yang masih minim kepedulian terhadap kesehatan sanitasi lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat, mendorong Ramsidah berinovasi agar bisa keluar dari persoalan tersebut.

Ide inovatif ibu tiga anak itu bermula pada tahun 2014 lalu, ketika ia menjadi salah satu tim penyusunan Amdal di Kabupaten Nunukan. Dari hasil pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, mampulah Ramsidah menekan jumlah warga yang membuat hajat sembarang. Bahkan, jumlah warga yang sakit dari tahun ke tahun semakin menurun.

Atas inovasinya tersebut, Ramsidah mendapat ‘ganjaran pantas’ dengan mengantongi gelar juara Jambore Inovasi dan Pelayanan Publik di Kalimantan 2016.

 

Ramsidah pun bercerita banyak tentang inovasinya itu kepada Korpri.id pada Rabu (9/11/2016). Inovasi yang diciptakannya tersebut, mengacu pada visi Nawacita Presiden Joko Widodo tentang pembangunan sosial.

“Inovasi ini dapat berjalan berkat gotong royong dan swadaya masyarakat sekitar. Yakni dengan iuran Rp50 ribu selama 6 bulan untuk per rumah,” ujarnya.

Sistem yang dipakai yakni sistem lot. Siapa yang keluar namanya, akan dibangunkan fasilitas jamban keluarga dengan sistem gotong royong bersama masyarakat sekitar.

Uang lima puluh ribu itulah yang digunakan untuk membeli material bahan yang akan digunakan seperti kerikil dan semen. Sedang ban bekas, tutur dia, didapat dari masyarakat dan beberapa perusahaan di Nunukan.

Program ini juga tak membebani APBD maupun APBN. Dari iuran masyarakat itu pula dipakai untuk biaya konsumsi gotong royong masyarakat saat membangun jamban, serta peningkatan fasilitasnya.

Dengan swadaya, Ramsidah ingin mengajarkan masyarakat untuk tidak manja. Mengingat fasilitas jamban ini untuk kepentingan bersama.

“Kami pernah ditawari Rp2 miliar oleh bupati, tapi kami tolak. Sebab saya tak ingin mengajarkan masyarakat untuk manja. Kita ingin mendorong masyarakat untuk peduli akan kepentingan bersama. Mengubah pola pikir masyarakat,” imbuhnya.

Ia membeberkan, satu septic tank mampu mengakomodir 4 rumah. Apalagi, Ramsidah mengklaim inovasinya ini tahan lama dan tidak mudah penuh.

Teknologi yang digunakannya pun ramah lingkungan. Mengadopsi proses penjernihan air bersih, jamban ini tidak akan mencemari lingkungan.

“Dengan ukuran 2 x 2 meter, septic tank ramah lingkungan, bahan-bahannya demikian. Seperti ijuk, kerikil, pasir, kaporit dan kapuk,” tuturnya.

Dalam praktiknya, Ramsidah tidak sendirian. Sebagai fasilitator program sanitasi berbasis masyarakat ini, dibantu pengurus Forum Kabupaten Sehat. Hasil audit forum itu, diakuinya sudah berhasil membangun 830 jamban keluarga yang tersebar di 9 wilayah desa di Kabupaten Nunukan.

Kendati demikian, dirinya mengaku masih memiliki kendala dalam mengimplementasikan program tersebut.

“Salah satu kendala, yakni ketersediaan ban bekas yang berkurang. Terkadang menunggu ban bekas dari perusahaan yang bekerjasama dalam program CSR,” ungkapnya.

Meski sudah menghasilkan satu inovasi, Ramsidah mengaku tengah mempersiapkan inovasi baru, sebagai pengembangan septic tank ban bekas ini. Yakni pembuatan kloset dari koran bekas.

“Koran bekas nanti diblender dengan kulit telur. Setelah itu dicetak. Karena biaya kloset saat ini mahal. Dengan koran bekas, dari satu kantong semen, kita bisa memproduksi 4 kloset,” tandasnya.

Atas prestasinya tersebut, tak berlebihan jika Ramsidah dijuluki ASN Pahlawan Sanitasi Kabupaten Nunukan.


  • 0